Simphony

Rabu, 05 November 2014

Resensi Novel Labirin Lazuardi, Ketika Bumi Menangis




IDENTITAS BUKU
Judul Novel      : Labirin Lazuardi, Ketika Bumi Menangis
Penulis             : Gola Gong
Penerbit           : Tiga Serangkai
Tahun Terbit     : 2007
Tebal                : 222 halaman


SINOPSIS
Novel Labirin Lazuardi ini menceritakan tentang perjalanan seorang anak remaja kaya bernama Lazuardi, dalam mencari arti sebuah kehidupan. Meskipun hidup dengan uang berlimpah, namun bukan kenyamanan dan ketenangan yang dirasakan Lazuardi. Justru perasaan gusar dan kosonglah yang selama ini selalu menghinggapi Lazuardi. Terlebih setelah mengetahui perbuatan tidak pantas yang dilakukan oleh Ayahnya sendiri, yang pergi bersama wanita lain ke sebuah vila. Memiliki latar belakang keluarga yang terpecah belah, akhirnya Lazuardi memilih untuk meninggalkan kehidupan lamanya yang jauh dari kata baik-baik.

Lazuardi memilih untuk meninggalkan segala hingar bingar perkotaan, dan memutuskan untuk berkelana tanpa arah demi mencari makna kehidupan. Dari menumpang ke sebuah truk, hingga sempat berurusan dengan polisi sudah pernah ia alami. Hingga akhirnya ia tiba di sebuah desa, dan bertemu dengan seorang pengurus Masjid, disanalah ia memulai babak baru dalam kehidupannya. Lazuardi mulai belajar shalat, mengaji, dan bersosialisasi dengan penduduk desa. Namun bukan berarti kehidupan Lazuardi di desa tersebut tidak terusik, justru di desa itulah ia menghadapi masalah-masalah baru yang muncul. Perjalanan Lazuardi dalam mencari makna kehidupan yang sebenarnya, baru saja dimulai.


UNSUR INTRINSIK
Tema : Perjalanan seorang anak remaja dalam mencari makna kehidupan.
Latar Belakang : Truk, pegunungan, pesisir pantai, Masjid, vila.
Waktu : Pagi hingga malam.
Suasana : Mengharukan, menyenangkan, menegangkan.
Alur : Maju mundur.
Gaya Bahasa : Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembacanya.
Amanat : 1. Beribadah akan menjadikan pikiran dan hati kita lebih tenang.
               2. Dalam keluarga harus selalu mendukung satu sama lain dan hidup harmonis.
               3. Melakukan kebaikan adalah jawaban atas semua permasalahan.
Penokohan: 1. Lazuardi adalah sosok remaja tampan dan tangguh.
                  2. Latief adalah sosok pria yang taat beribadah.
                  3. Cak Leman dan Buto adalah kawanan preman yang kejam.
                  4. Pak Haji adalah sosok pria religius yang taat beribadah.
                  5. Aji adalah seorang pria yang gemar membaca dan tanggap terhadap permasalahan kehidupan.


KELEBIHAN NOVEL
Dalam novel ini terdapat kata-kata yang membuat kita terinpirasi untuk semangat dalam menjalani kehidupan. Mengajarkan kita untuk selalu taat beribadah dan senantiasa mengingat Allah. Ditambah lagi dengan menggunaan bahasa yang mudah dimengerti dan dapat membuat kita seperti melihat sendiri kejadian-kejadian menarik yang terdapat di dalam novel ini.


KEKURANGAN NOVEL
Kekurangan yang dimiliki oleh novel ini yaitu terdapat beberapa kata yang sulit dimengerti, terutama oleh pembaca yang awam dengan penggunaan kata-kata yang biasa ada dalam sebuah novel.


KRITIK DAN SARAN
Kisah yang begitu mengharukan, membuat kita berpikir tentang sebuah makna kehidupan. Sayangnya terdapat beberapa kata yang saya sulit mengerti dan mengharuskan saya membuka kamus. Namun selebihnya, saya sangat puas dengan keseluruhan isi novel tersebut. Dan menyarankan untuk yang belum membacanya agar segera membacanya, karena novel ini dapat menambah wawasan kita dalam menghadapi permasalahan social yang ada.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar